Zaenal Nur Hafidin

Life is Challege, Become the Winner in Your Life

Makhluk Terindah Yang Allah Ciptakan

Bicara tentang makhluk terindah, di dunia ini tidak ada yang lebih indah dari Bidadari. Siapa sih yang tak tahu bidadari ? Makhluk Allah yang diciptakan penuh dengan kesempurnaa fisik. Mereka diciptakan langsung oleh Allah untuk menemani para penghuni surga selamanya. Selain telaga indah, makanana minuman yang lezat, perhiasan melimpah dan keinginan yang selalu dituruti, di surga juga disediakan bidadari cantik yang akan dimiliki secara utuh oleh para ahli surga.

Dalam hal ini, salah satu hadits yang diriwayatkan Baihaqi menjelaskan, bidadari adalah perempuan yang memiliki wajah bening. Kulitnya putih dan bersinar. Hidungnya mancung dan bibirnya kemerah-merahan. Disana, kata Nabi tidak berlaku lagi usia tua. Keabadian benar-benar tercipta di sana.

Menurut Imam al-Qurthubi, semua kaum hawa yang hidup di surga memiliki usia yang sama. Namun para bidadari itu bisa muda dan bisa juga tua. itu semua tergantung permintaan pemiliknya di surga.

Berdasarkan Hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, para sahabat Nabi pernah menanyakan kepada Nabi perihal makhluk yang disebut bidadari. Mendengar pertanyaan itu kemudian Nabi menjelaskan bhwa mereka itu diciptakan dari tiga hal. Bagian bawah terbuat dari kasturi, bagian tengah terbuat dari anbar, dan bagian atas terbuat dari kapur barus. Sementara rambut dan alis mereka yang terbal terbuat dari cahaya. Sehingga ketika mereka melangkahkan kaki, akan tampak sebuah pemandangan seperti rembulan yang bersinar terang di malam hari. Mereka akan menyinari kegelapan yang ada disekitarnya.

Riwayat lain menyebutkan, seluruh tubuh bidadari dari bawah sampai atas, dibasahi minyak ja’faran. Aroma wngi tidak akan pernah lepas dari jasad mereka. Sehingga, jika salah satu dari mereak diberi kesempatan untuk turun ke bumi, maka seisi bumi akan diselimuti aroma wangi yang sangat menyengat.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Hadil Arwahah Ila Biladir Afrah menjelaskan, para bidadari adalah wanita suci yang akan selalu menyenangkan hati, menyejukkan mata, dan menentramkan si pemiliknya.

Para perawan surga ini digambarkan seperti mutiara yang tersembunyi, tersimpan, dan sangat dihargai. Mereka selamanya dijaga dalam keadaan suci dan murni. Mereka terlihat indah dan menawan. Semua orang ingin menjamahnya. “Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang beramata jeli. Laksana Mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS. al-Waqiah: 22-24)

Para bidadari itu berbeda dengan wanita di dunia. Mereka terbebas dari perilaku dan kebiasaan yang dialami wanita pada umumnya. Mereka terbebas dari haid, nifas, meludah dan yang lainnya. Mereka juga memiliki kemahiran dan keistimawaan tersendiri. Diantaranya, mereka memiliki suara yang merdu dan syahdu. Mereka bisa menghibur suami mereka di surga. Dalam al-Mu’jam al-Awat, At-Thabrani menerangkan, dengan suara merdu itu mereka bisa menghibur suaminya dengan melantunkan lagu-lagu dan syair-syair indah.Pemili Para Bidadari

Para pembaca yang insyaallah dirahmati Allah. Jika manusia yang hidup di dunia ini di wajibkan menggunakan mahar saat menikah, maka bidadari di surga pun demikian. Mereka juga memerlukan mahar atau maskawin sebagai bentuk kepemilikan secara sah. Bedanya, jika di dunia disyari’atkan mengunakan mahar dalam bentuk materi, maka maskawin untuk bidadari itu adalah dengan ibadah dan amal shaleh.

Yahya bin Muadz pernah mengatakan, meninggalkan kesengangan dunia iu memang sangat berat. Tapi, meninggalkan kenikamatan di surga justru lebih berat. Meninggalkan kesenangan dunia adalah maskawin kenikmatan akhirat. Artinya untuk bisa mendapatkan mahar yang bisa diberikan kpada bidadari di surga adalah dengan banyak bersyukur dan taqarrub (dekat kepada Allah). Semakin orang jauh dengan Allah, maka ia akan sulit memperoleh mahar itu. Ini sesuai dengan firman Allah, “Sesungguhnya orang yang bertakwa akan mendapat kemenanga, (yaitu) kebun-kebun dan buah-buah anggur, dan gadis-gadis berbadan indah yang sebaya.”(QS. An-Naba:31-32)

Menurut salah satu hadits riwayat Tirmidzi, setiap ahli surga akan mendapatkan bidadari sesuai dengan amal yang diperbuat di dunia. Setiap hamba yang berpuasa sehari di bulan Ramadhan, maka dia akan memperoleh satu bidadari di surga. Riwayat lain menyebutkan, setiap orang muslim yang mati syahid akan memperoleh 72 bidadari di surga.

Diriwayatkan Anas bahwa Nabi pernah bersabda, gemar menyapu dan membersihkan masjid merupakan maskawin bidadari di surga. Sedangkan al-Haitsami mendengar kalau Nabi juga pernah mengatakan, mengeluarkan sampah dari masjid adalah maskawin untuk bidadari di surga.

Bagaimanapun juga, bidadari adalah hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang taat beribadah dan beramal shaleh. Menurut Hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id al-Khudri, serendah-rendahnya ahli surga akan tetap memperoleh 72 istri. Itu artinya, setiap makmun yang senantiasa taat beribadah, meskipun sedikit, akan tetap memperoleh bidadari ketika mereka berada di surga.

Lalu bagaimana dengan wanita/perempuan yang shaleh? Seperti halnya dengan mukmin yang gemar beribadah dan beramal shaleh, perempuan beriman (mukminah) juga akan mendapat bidadara ketika berada di surga. Jumhur ulama sepakat, deskripsi tentang bidadari juga sama seperti gambaran bidadari yang dilukiskan dalam al-Qur’an maupun hadits Nabi.

July 23, 2011 - Posted by | Islamic

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: