Zaenal Nur Hafidin

Life is Challege, Become the Winner in Your Life

Tips di Tempat Kerja

Fun di Tempat Kerja

Ratusan tahun yang lalu, Kong Hu Tsu atau Confucius pernah memberi nasihat begini, “Carilah tempat kerja yang betul-betul anda senangi, maka seumur hidup anda tidak perlu lagi menyebutnya bekerja.”

Bagi kebanyakan orang, rasanya amat sulit menerapkan nasihat Confucius tersebut dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Bagi kebanyakan orang, bekerja adalah sesuatu yang serius. Bahkan kerja, membuat beban emosi negatif yang tinggi.

Dalam suatu pengalaman pelatihan kecerdasan emosial, seorang pemilik perusahaan IT yang membangun bisnisnya dengan susah payah mengatakan kalimat yang menolak fun di tempat kerja. Menurutnya, “yang namanya kerja serta kesenangan ada dua hal yang kompatible, tidak klop. Soalnya, kalau terlalu Banyak kesenangan, lantas kapan pekerjaannya selesai? Dalam pengalaman lain, seorang wiraswasta garmen juga berkata, “bagi saya bisnis adalah hal yang serius. Saya selalu memastikan karyawan saya serius dan nggak main-main di tempat kerja.”

Tak mengherankan, bagi orang yang seperti mereka itu, bekerja itu menyebalkan, membosankan dan mereka tidak sabar menunggu-nuggu jam kerja berakhir. Tak mengherankan jika dari dunia kerja keluar semacam, “TGIF = Thank God It’s Friday”, “I hate Monday”. Bagi mereka, bekerja adalah rutinitas yang menyebalkan.

Demikian, pembaca, Banyak orang hidup dengan prinsip tersebut. Bahkan muncul pula kalimat, “If work was fun, it wouldn’t be called work, right?” (kalau bekerja itu menyenangkan, maka tidak akan disebut kerja, betul kan ?). SALAH

Sunday Times mencatat bahwa sering terjadi, faktor fun diabaikan di tempat kerja, tetapi menurut kajian majalah itu, ketika daftar perusahaan ‘ternyaman untuk bekerja’ diumumkan, ternyata perusahaan yang sukses tidak harus terlalu serius. Menarik bahwa justru perusahaan yang menghargai kesenangan kerja karyawannya lebih produktif dan secara signifikan lebih menguntungkan.

Berikut ini adalah tips bagaimana kita bisa menyulap tempat bekerja kita, sehingga menjadi tempat kerja yang menyenangkan dan tetap profitable. Kuncinya terletak pada kata F U N.

Tips pertama, huruf F, Fokus pada hal-hal yang menyenangkan dan menarik di kantor. Masalah kerja adalah masalah sikap. Kebanyakan kerja menjadi membosankan, karena sikap kerja yang negatif. Pertama-tama, mindset, pola pikiran kita perlu di ubah untuk melihat sisi positif dari pekerjaan pada saat ini. Semakin banya hal positif terlihat, semakin besar peluang bagi kita untuk mencintai tempat kerja kita.

Kedua, U, Upayakan untuk melibatkan semua. Jadikan kesenangan di tempat kerja sebagai sesuatu yang melibatkan orang sebanyak-banyaknya.

Tiga, N, Nikmati humor dan ciptakan humor di tempat kerja. Humor tidak harus menunggu. Setiap saat, kita dapat menciptakan humor di tempat kerja. Caranya adalah dengan membangun antena humor dan mulai peka terhadap hal-hal yang bisa dibuat menjadi humor. Katakan pada diri anda, “saya bukan seorang humoris, tetapi saya berusaha menjadi seorang yang menyenangkan.”

Pembaca, sejak jama Aristoteles ada ungkapan, “kerja adalah perbudakan”. Dengan F U N kita bisa mengubahnya menjadi tempat yang menyenangkan, sehingga kita bersemangat ada di sana. Menurut Ekonom terkenal Paul Krugman, bisnis di Asia terlalu mengandalkan kerja keras, tetapi kekurangan semangat dan kreativitas. Karena itu, tak berlebihan jika kita mengatakan FUN adalah unsur yang jauh lebih FUNdamental untuk bisnis kita saat ini.

August 13, 2011 - Posted by | Etika Profesi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: