Zaenal Nur Hafidin

Life is Challege, Become the Winner in Your Life

Rapuhnya Makna Kemerdekaan

Tahun 1945 tepatnya tanggal 17 Agustus, Indonesia menyatakan diri sebagai Negara yang merdeka, Negara yang bebas dari segala penjajahan, dan Negara yang telah terbentuk menjadi Negara sejati yang berdiri sendiri. Negara yang siap melangkah dan membentuk Pemerintahan.

Ketika itu, Bung Karno yang akan membacakan Teks Kemerdekaan, tengah dikawal oleh para tentara-tentara Indonesia, dikarenakan ketika itu mereka semua tengah dikepung oleh para tentara Jepang yang siap menggagalkan rencana bangsa Indonesia. Tetapi dengan tekad sekuat baja, Bung Karno pun berhasil membacakan teks kemerdekaan yang didampingi dengan Moh. Hatta selaku Wakil Presiden dan para tentara-tentara yang lainnya. Kala itulah Indonesia dinyatakan Merdeka.

Tapi lihat Negara kita sekarang. Jauh dari kata Merdeka, jauh dari kata kebebasan, ketentraman para rakyatnya. Seolah-olah kita mempermainkan pengorbanan Bung Karno dan para pahlawan lainnya. Kita bisa lihat sekarang, walaupun secara fisik Negara ini sudah Merdeka, tapi lihat dalamnya. Rakyat menderita, Korupsi dimana-mana, pengangguran, dan lain sebagainya yang mencerminkan robohnya kemerdekaan yang dahulu diusung para pahlawan.

Seharusnya, Kemerdekaan bukan hanya untuk memerdekakan Negara dari Penjajah, tapi Kemerdekaan adalah mencakup semua hal, baik negara maupun para rakyatnya. Bebas kemiskinan, babas korupsi, dan lainnya. Buat apa Negara ini merdeka, sedangkan rakyatnya sengsara bak Kerja Rodi pada saat dijajah dulu. Para pemimpin Negara tak lebih hanya sekedar pelengkap, tanpa kontribusi apapun. Para pemimpin pun bak Singa Jantan yang hanya memikirkan perutnya sendiri, tanpa peduli mengurusi perut orang lain.

Cobalah lihat bendara-bendera yang dipasang dipinggir jalan, tak lebih dari sebuah hiasan dan syarat. Tidak pernah kita  mengingat betapa besar perjuangan para Pejuang hanya untuk mengibarkan bendera pada jaman dahulu. kebanyakan orang tidak peduli tentang Hari Kemerdekaan. Bagi mereka, hari Kemerdekaan adalah hari Kemerdekaan, tidak lebih dari hari libur seperti biasanya. Tidak juga mereka memikirkan dan merenungi makna Kemerdekaan disini.

Ingatlah dulu, Lagu Indonesia Merdeka menggema dimana-mana, dengan bangga rakyat Indonesia menyanyikannya sebagai tanda kebebasan. Tapi lihat sekarang, Lagu rock, metal, punk, dan lain sebagainya mendominasi menjadi pilihan.

Dimanakah rasa Patriotisme kita. Dimanakah para pemuda penerus bangsa. Mereka adalah penerus Pahlawan era modern. Tapi lihat sekarang apa yang terjadi, Para pemuda hanya memikirkan kesenangan belaka, tanpa harus merenungi perjuangan para pejuang jamah dahulu. Apa yang terjadi jika tidak ada mereka, kita tidak akan bisa bersenang-senang seperti ini, justru kita akan tetap terjebak dalam jajahan negara lain.

Indonesia, adalah negara kaya, negara yang Limpah Ruah Loh Jinawi, negara yang seharusnya menjadi negara Adi Kuasa karena kekayaan yang dimiliki. Bahkan Amerika pun bisa dikuasai. Tapi lagi-lagi kenyataan yang berbanding terbalik, justru Amerika lah yang menguasai. Gunung Emas yang setiap butiran tanahnya mengandung emas milik Indonesia pun telah dikuasai Amerika. Seharusnya kita yang menjadi pemilik, tapi kenyataannya malah kita yang dijadikan babu, kuli, dan sebagainya. Kita malah menjadi ladang bisnis untuk memajukan negara mereka. Begitu bodohkah negara ini, begitu bodohkan orang-orang Indonesia.

Bangkitlah para pemuda, bangkitkan kembali semangat para pahlawan. Negeri ini bergantung kepadamu. Kemerdekaan akan terasa lengkap dengan campur tangan dan pengorbananmu.

August 16, 2011 - Posted by | Social Government

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: